"A Child is Born", Fotografi Transformasi Sperma Hingga Janin

Diposting oleh Unknown

Lennart Nilson adalah seorang fotografer asal Swedia yang terkenal dengan karyanya yang berjudul "A Child is Born". Proyek foto ini berisikan karya Lennart yang mengambil gambar proses pembentukan janin hingga janin tersebut dewasa dan siap untuk dilahirkan ke bumi.

Pertama kali Lennart membuat proyek ini ditahun 1953, dan baru selesai di tahun 1965. Setiap tahun Lennart selalu berusaha memperbaharui karyanya.

Biasanya Lennart hanya menggunakan kamera endoskopi dan mikroskop elektron dalam mengambil gambar sperma dan janin. Hingga kini apa yang didokumentasikan oleh Lennart merupakan salah satu foto yang membawa banyak kemajuan di bidang kesehatan.


Sperma


Sel telur


Saat sperma membuahi sel telur


Embrio


Janin 8 Minggu


Janin 10 minggu,
kelopak mata mulai terbentuk.



Janin 16 minggu, aliran darah mulai bisa terlihat.



Janin 18 minggu,
mulai bisa mendengar suara dari luar.


Janin 20 minggu


Janin 26 minggu
 
 
 
More about "A Child is Born", Fotografi Transformasi Sperma Hingga Janin

Hewan-hewan Ini Berbahaya Tapi Bisa Menyembuhkan

Diposting oleh Unknown

Dengan semakin canggihnya teknologi pengobatan modern, sejumlah orang masih tak mengesampingkan khasiat dari pengobatan tradisional, terutama dari tumbuhan dan hewan.

Selain murah meriah, pengobatan dengan hewan atau tumbuhan terbukti memiliki efektivitas yang tinggi dan tak kalah jitunya dengan pengobatan modern. 

Salah satu pengobatan tradisional yang awet digunakan hingga saat ini adalah terapi pengobatan dengan menggunakan hewan-hewan tertentu, terutama yang tergolong sebagai hewan berbahaya.

Siapa mengira kelima hewan yang cukup ditakuti manusia ini ternyata dapat memberikan manfaat luar biasa.


1. Belatung
Pengidap diabetes umumnya mengalami luka di tangan dan kakinya berupa bisul yang sulit disembuhkan. Masalahnya luka itu bisa berkembang menjadi gangren dan terkadang memaksa pasien untuk diamputasi.

Peneliti dari University of Hawaii, Honolulu pun menemukan cara untuk menyembuhkan luka akibat diabetes dengan menggunakan belatung.

Pertama, dokter akan mengangkat jaringan yang terinfeksi atau mati dengan pisau bedah atau enzim (debridement), lalu 50-100 belatung spesies Lucilia sericata ditempelkan pada luka pasien dan dibiarkan selama dua hari. Prosedur ini diulangi hingga rata-rata lima kali.

Belatung mengeluarkan suatu zat ke dalam luka yang mencairkan jaringan mati kemudian menelannya.

Paduan antara luka-luka yang telah dibersihkan dan zat lainnya yang terkandung dalam cairan belatung memungkinkan terbentuknya jaringan granulasi yaitu jenis jaringan ikat yang terbentuk selama penyembuhan luka.


2. Tarantula

Protein yang ada pada bisa tarantula spesies Chilian rose berpotensi untuk mengatasi penyakit distrofi otot.

Pada penderita penyakit ini, serabut ototnya mengalami kerusakan sehingga fungsi ototnya terganggu dan melemah secara progresif namun secara spesifik, protein dari tarantula ini akan membantu memperlambat proses pelemahan sel-sel ototnya.

Manfaat bisa tarantula ini ditemukan ilmuwan asal University of Buffalo, Frederick Sachs, PhD. Meskipun pengobatan dengan bisa ini belum diujicobakan pada manusia, protein ini telah berhasil membantu tikus yang mengalami distrofi otot memperoleh kekuatannya kembali pada percobaan awal.

Setidaknya berdasarkan percobaan yang dilakukan Sachs, protein ini bisa membantu mengatasi kondisi distrofi otot pada manusia maka dapat memperpanjang masa hidup anak-anak seperti JB hingga tahunan.


3. Lintah

Penyakit yang paling banyak disembuhkan dengan terapi lintah ini adalah penyakit jantung koroner, gagal jantung, kebocoran jantung, pembengkakan jantung dan migrain.

Lintah yang biasa dipergunakan untuk terapi adalah lintah jenis Medicinalis yang diambil dari hutan daerah tertentu yang masih dianggap steril atau lintah Medicinalis yang telah diternakkan.

Pada terapi ini prosesnya adalah menempelkan 2 lintah di titik-titik yang menjadi pusat penyakit selama setengah sampai satu jam, lalu lintah tersebut dilepas dan pasien akan diberikan ramuan herbal untuk menunjang penyembuhan.

Pada saat lintah ditempelkan maka lintah akan mengeluarkan lendir yang berguna untuk meregenerasi saraf, mengeluarkan darah kotor dan menyembuhkan penyakit.


4. Laba-laba Phoneutria nigriventer

Awalnya peneliti dari AS dan Brazil menemukan fakta bahwa pria yang penisnya tergigit laba-laba asal Brazil (Phoneutria nigriventer) merasakan kesakitan yang luar biasa tapi penisnya juga mengalami ereksi hingga beberapa jam.

Laba-laba paling berbisa asal Brazil (Phoneutria nigriventer) ini sangat banyak ditemukan di daerah Amerika Selatan dan Tengah dan laba-laba ini diketahui sebagai laba-laba paling berbisa di kedua wilayah tersebut

Kemudian peneliti mengambil racun yang dikeluarkan dari gigitan laba-laba, mengisolasinya dan memurnikannya menjadi jenis racun Tx2-6 dan diinjeksikan pada tikus yang menderita hipertensi serta erectile dysfunction (ED) dengan dosis tertentu.

Peneliti kemudian mengukur kadar racun Tx2-6 dalam penis tikus dan ternyata racun tersebut dapat membuat jaringan penile yang ada di penis tikus berkontraksi dan berelaksasi. Kandungan nitrit oksida yang berfungsi dalam proses ereksi pun meningkat di bagian penis tersebut.


5. Lebah madu

Baru-baru ini tim peneliti dari Perancis dan Yunani menemukan anestesi lokal yang terkandung dalam tubuh lebah. Senyawa yang diberi nama 2-heptanone (2-H) tersebut dapat digunakan sebagai obat bius lokal untuk hewan dan manusia.
 

More aboutHewan-hewan Ini Berbahaya Tapi Bisa Menyembuhkan

Bola Mata Misterius Itu ternyata Milik Cumi-cumi Raksasa

Diposting oleh Unknown


Sebuah bola mata, seperti diberitakan pada artikel "Bola Mata Raksasa Misterius Ditemukan di Tepi Pantai", masih misterius, tak diketahui pemiliknya, hingga beberapa saat setelah penemuan.

Asisten profesor biologi dari Florida International University di Miami, Heather Bracken-Grissom, punya pendapat. Seperti diberitakan Discovery, Jumat lalu, ia mengungkapkan bahwa bola mata itu milik cumi-cumi raksasa.


Dan-Eric Nilsson dari Departemen Biologi Lund University baru-baru ini mendeskripsikan mata serupa dalam publikasi di jurnal Current Biology. Publikasi menyatakan, "Mata cumi raksasa mencapai 27 cm. Pemodelan menunjukkan, mata dirancang untuk melihat paus sperma."


Cumi-cumi raksasa bisa memiliki bola mata hingga sebesar bola. Bola mata itu memang mudah terlepas. Meski demikian, cumi-cumi ini mampu melakukan regenerasi bagian tubuhnya. Jadi, cumi-cumi yang kehilangan mata akan tetap hidup dan memiliki mata baru.

Bola mata raksasa yang ditemukan di pantai Florida itu kini ada di sebuah laboratorium di St. Petersburg. Bola mata itu disimpulkam milik cumi-cumi raksasa sebab karakter pupil dan lensa matanya yang identik dengan organ hewan itu. 
 
 
More aboutBola Mata Misterius Itu ternyata Milik Cumi-cumi Raksasa

"The Tower of Silence", Ritual Mengerikan Pemuliaan Jasad Agama Zoroaster

Diposting oleh Unknown

Zoroastrianismeadalah sebuah agama dan aparan filosofi yang didasari oleh aparan Zarathustra yang dalam bahasa Yunani disebut Zoroaster. Zoroastrianisme dahulu kala adalah sebuah agama yang berasal dari daerah Persia Kuno atau kini dikenal dengan Iran.

Di Iran, Zoroastrianisme dikenal dengan sebutan Mazdayasna yaitu kepercayaan yang menyembah kepada Ahura Mazda atau "Tuhan yang bijaksana", seperti dikutip dari wikipedia.

Kami yakin Anda akan terperangah jika baru pertama kali melihat foto-foto ini, ratusan mayat dibiarkan membusuk di dalam sebuah bangunan berbentuk lingkaran dan dibiarkan di makan oleh burung pemakan bangkai.

Dalam pemikiran Anda mungkin akan muncul sebuah pertanyaan disisi dunia mana terdapat kengerian seperti itu? Betulkah itu semua adalah perilaku manusia?

Bagi kita ini adalah sebuah kejahatan yang luar biasa terhadap jasad-jasad manusia, namun ternyata ada agama yang menganggap ini adalah sebuah pemulyaan terhadap manusia yang sudah meninggal. Demikianlah keyakinan agama Zoroaster yang menganggap api adalah Tuhan mereka.


Memang begitulah, dengan kacamata budaya dan agama yang berbeda sering kita temukan hal-hal yang kontradiktif terhadap apa yang kita yakini. Kadang suatu hal di anggap mulia namun menurut kita justru hal tersebut adalah gila!

Tempat pemulyaan mayat tersebut dinamakan "The Tower Of Silence" atau juga di sebut sebagai "Kuil Api".



Agama Zoroaster meyakini bahwa tubuh manusia adalah tidak suci sehingga menurut mereka jasad manusia tidak boleh mengotori bumi dan api, atas dasar alasan tersebut jasad manusia tidak boleh di kubur atau di kremasi.

Oleh sebab itu orang yang telah meninggal jenazahnya akan di bawa ke kuil Towers of Silence agar di makan oleh burung pemakan bangkai, burung Nasar. Setelah daging dimakan habis oleh burung Nasar dan tinggal tersisa tulang belulang, maka tulang-tulang tersebut akan di buang ke tengah bangunan.


Perhatian: Foto-foto Mayat yang Kurang Mengenakkan!

Pada foto-foto di bawah ini Anda akan melihat mayat berada di bibir kuil sedangkan di tengah bangunan adalah tulang-tulang yang dagingnya sudah di makan oleh burung Nasar. Sungguh sebuah pemandangan yang mengerikan.

Bagi Anda yang merasa tidak kuat melihatnya, harap untuk tidak meneruskan melihat gambar di bawah ini!






 
More about"The Tower of Silence", Ritual Mengerikan Pemuliaan Jasad Agama Zoroaster

Mbaru Niang, Rumah Adat Terunik Milik Suku Wae Rebo

Diposting oleh Unknown

Setiap suku dan adat istiadat pasti memiliki rumah tradisional masing masing, nah di sebuah desa di Flores terdapat sebuah suku bernama Wae Rebo yang memiliki rumah adat terunik se-Indonesia.


Suku ini terletak di desa Wae Rebo yang bisa ditempuh 4 jam perjalanan darat dari Ruteng dengan medan berkelok menuju Desa Dintor.

Dari Dintor, jalan langsung menanjak. Melewati pematang sawah dan jalan setapak dari Sebu sampai Denge. Tak sampai di situ, perjalanan masih berlanjut menuju Sungai Wae Lomba. Barulah setelah sungai itu, Anda akan tiba di Desa Wae Rebo.


Nah di desa ini kamu akan menemui kehidupan suku Wae Rebo yang masih sangat alami, jika kamu berkunjung ke desa ini maka kamu akan melihat rumah adat suku ini yang sangat unik.

Rumah adat milik suku Wae Rebo ini disebut Mbaru Niang. Rumah adat Mbaru Niang ini sangat unik berbentuk kerucut dan memiliki 5 lantai. Setiap lantainya memiliki ruangan dengan fungsi yang berbeda beda.


Pada lantai pertama rumah ini yang disebut lutur atau tenda akan di gunakan oleh si pemilik rumah untuk melakukan aktifitas sehari-hari.

Lantai kedua yang disebut lobo, adalah tempat menyimpan bahan makanan atau barang. Lantai ketiga yang disebut lentar, adalah tempat menyimpan benih tanaman hasil bercocok tanam.

Lantai empat, disebut lempa rae, adalah tempat menyimpan stok cadangan makanan yang berguna saat hasil panen kurang banyak.

Sedangkan pada lantai kelima yang terdapat di puncak rumah digunakan untuk menyimpan aneka sesajian si pemilik rumah.


Rumah adat Mbaru Niang ini jika dilihat sekilas maka akan mirip seperti rumah adat suku Dani di Papua. Namun, bentuk kerucut di Mbaru Niang lebih mendominasi bangunan dengan atap yang hampir menyentuh tanah. Atap yang digunakan rumah adat Mbaru Niang ini menggunakan daun lontar.

Jika kamu mengunjungi rumah adat ini maka si pemiliki rumah tidak akan ragu untuk mengajak kamu masuk ke dalam rumahnya untuk melihat-lihat keunikan rumah adat suku mereka.


More aboutMbaru Niang, Rumah Adat Terunik Milik Suku Wae Rebo